Teristimewa buat si gadis pembaca surat ini,
Muslimahku, kau terlalu istimewa pada pandanganku, aku menyintaimu kerana cintamu pada agamamu,tika lenyap cintamu pada agama itu, maka pudarlah cintaku padamu...
Aku ingin mengenalimu dengan sempurna,
Tanpa ada pertemuan asing yang saat ini sedang asyik orang lain lakukan. Cukuplah aku mengenalmu melalui murabbi, keluarga, ataupun lingkungan dakwah yang kita lalui bersama. Sejatinya aku tak akan pernah boleh mengenalimu, kerana pernikahan adalah proses pengenalan yang berkesinambungan. Pernikahan bukanlah akhir tujuan perkenalan, namun sesungguhnya ia adalah awal dari proses sebuah perkenalan. Aku memang tidak mengenalimu, namun aku akan berusaha mengenalimu semampuku, setelah kita telah dinyatakan halal untuk saling mengenali antara satu sama lain.
Aku ingin melamarmu dengan sempurna,
Tanpa pertukaran cincin yang menetukan kau adalah milikku.Tapi di saat itu kau masih belum lagi layak untukku. Cukuplah aku mengenalkan diri dan keluargaku pada keluargamu. Hingga tercipta keharmonisan awal yang sejatinya tercipta kerana menghormati kesucian pernikahan. Aku memang tak sanggup memberikan banyak harta untuk melamarmu, namun di jalan dakwah yang akan aku jalani denganmu, aku berjanji untuk berusaha mencari harta semampu kita. Harta yang halal untuk kita pakai bersama.
Aku ingin menikahimu dengan sempurna,
Tanpa terlalu banyak kemeriahan yang mendekati kenikmatan dunia. Cukuplah rasa bahagia yang menyelimuti keluarga, sanak saudara, jiran tetangga, serta kita berdua khususnya, menjadi keriangan tersendiri dalam haru yang tercipta kerana telah sah-nya untuk menjalani alam rumah tangga. Aku memang tak mampu untuk memberikan kebahagiaan berlimpah di hari pernikahan kita, namun aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia di hari-hari pernikahan kita nantinya. Sejatinya pernikahan bukanlah akhir dari perjalanan hidup kita, namun gerbang awal untuk membuka salah satu jalan menuju redha-Nya.
Aku ingin mencintaimu dengan sempurna,
Tanpa banyak kata yang membalut kebohongan belaka. Cukuplah rayuan dan gurauan senda untuk menghiasi pernikahan kita. Aku memang tak pandai merangkai kata romantis untuk selalu menyenangkanmu, namun aku tahu bagaimana menyanjung dan mengangkat kedudukanmu. Kau bukan berada di atas kepala hingga selalu haus untuk disanjung dipuja, bukan pula berada di bawah kaki untuk dipijak dan dihina. Kau adalah tulang rusuk kiriku, dekat dihatiku untuk selalu kucinta. Aku tidak berani berjanji untuk mencintaimu sepenuhnya, namun aku berani berjanji untuk selalu belajar mencintaimu sepenuhnya. Cinta sejati yang membuat kita semakin mencintai-Nya.
Aku ingin hidup bersamamu dengan sempurna,
Tanpa banyak terpengaruh hal-hal yang menimbulkan perselisihan antara kita berdua. Cukuplah atas nama Allah segala tingkah laku kita, disertai Al-Qur’an penerang jalan hidup kita, dan Al-Hadits pengiring liku hidup kita. Aku juga tak bisa membuatmu bahagia selalu, namun aku berjanji untuk selalu ada dalam setiap suasana dan kondisi perasaanmu. Aku ingin menyediakan pundak dalam kesedihanmu, menjadi ubat penenang dalam kegundahanmu, serta melebarkan pangkuan di saat kelemahanmu.
Aku ingin memperoleh keturunan darimu dengan sempurna,
Tanpa ego yang menaungi diri masing-masing, kita berdua membicarakan persetujuan dalam perencanaan. Cukuplah kita berdua yang tahu akan keinginan dan kemampuan kita. Melaluimu, terlahirlah para mujahid kecil pelengkap hidup kita. Yang menjadikan aku seutuhnya bangunan pemikiran mereka, serta menjadikanmu madrasah berilmu yang tak kehabisan sumbernya. Kita ciptakan generasi terbaik bangsa yang akan mengukir sejarah peradaban, setidaknya yang akan mampu membuat kita bangga, kerana telah memiliki penerus dakwah seperti mereka.
Aku tak sempurna. Kau pun tak sempurna. Ketidaksempurnaanmu menjadi pelengkap ketidaksempurnaanku, hingga kita terlihat sempurna, meski hanya bagi kita berdua. Biarlah Allah yang Maha sempurna, yang berhak menilai kesempurnaan kita.
Wallahua'lam...
Bingkisan dariku untukmu...
Suatu masa dahulu yang pernah memendam rasa padamu,namun hanya DIA yang tahu perasaanku sehingga engkau dicipta untuk menghiasi kamar hatiku sekian kini...
**** *********** ************ =)
No comments:
Post a Comment